ADOLESCENCE

Bila kita berada pada lingkungan akademisi, tentunya diskusi dan presentasi merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan. Begitupun halnya dengan domain UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Diskusi dan presentasi sudah jadi teman akrab bagi para mahasiswa, bahkan bisa dikatakan setiap mata kuliah diterapkan metode tersebut, dengan asas bahwa diskusi salah satu cara efektif dan efesien dalam upaya membiasakan sikap saling menghargai, menanamkan sikap demokrasi, melatih kemampuan bicara, mengembangkan daya fikir, mewujudkan proses kreatif dan analitis, mengembangkan pengetahuan dan pengalaman, mengembangkan kebebasan pribadi, melatih kemampuan berbicara di depan umum, dll.
Drs. Muhtar Gojali, M.Ag. adalah dosen pengampu mata kuliah Psikologi Perkembangan I yang menerapkan metode diskusi yang dibungkus dalam bentuk presentasi pada pembelajarannya. Disikusi kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 2 Desember 2019 di gedung Y 16 dengan akspetor dari kelas TP 3 D., dengan objek kajian tentang ‘Remaja’.
Kata remaja berasal dari bahasa Latin yaitu adoloscere yang berarti to grow atau to grow maturity yang artinya tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescence seperti yang dipergunakan saat ini mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Berbicara mengenai remaja, maka kita memasuki suatu ranah yang terbilang kompleks. Sebab, bisa dikatakan dan memang nyatanya remaja menjadi gudang permasalahan. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan dikalangan remaja, mereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku dikalangan masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, maka dibutuhkan dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang kelak menjadi penerus kehidupan untuk mewujudkan kedamaian dan ketenteraman umat manusia dimuka bumi ini, mewujudkan cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara serta mampu mencetak generasi yang berkualitas sesuai harapan bangsa dan negara. Selaras dengan ungkapan Mary Mcleod Bethune “ We have a powerful potential in our youth, and we must have the courage to change old ideas and practicies so taht we may direct their power toward good ends” (kita memiliki potensi yang kuat di masa muda kita, dan kita harus memiliki keberanian untuk mengubah gagasan dan praktik lama sehingga kita dapat mengarahkan kekuatannya menuju akhir yang baik). Dan satu hal yang perlu kita ingat bahwa good habits formed at youth, kebiasaan baik terbentuk diamsa muda.
Dalam diskusi singkat tersebut muncul beberapa pertanyaan cerdas dan kritis dari audiens yang mampu menghidupkan acara diskusi dan menambah antusiasme untuk menganalisa lebih dalam lagi materi diskusi. Saudari Raina Adela Rahmaniah mengajukan pertanyaan: “Apakah cara pertumbuhan remaja disetiap negara itu sama?”. Dilanjutkan oleh saudara Chyril Futuhana Ahmad: “Apa faktor terjadinya percepatan dalam pertumbuhan anak menuju pubertas?”. Kemudian pertanyaan terakhir terlontar dari Ai Rahmi: “Anak-anak yang mengalami pertumbuhan pubertas akan terjadi perubahan pada fisik termasuk wajahnya, dari wajah yang baby face menuju perubahan pendewasaan pada wajah. Lalu bagaimana dengan sebagian remaja yang wajahnya masih baby face, atau dengan kata lain awet muda, bagaimana hal itu dapat terjadi?”.
Terkait pertanyaan pertama: Sebenarnya untuk merumuskan sebuah defenisi yang memadai tentang remaja tidaklah mudah, sebab kapan masa remaja dan kapan anak remaja tumbuh menjadi seorang dewasa tidak dapat ditetapkan secara pasti. Kesulitan untuk memastikan kapan berakhirnya masa adolesen ini, diantaranya karena adolescence sesungguhnya merupakan suatu ciptaan budaya, yakni suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan terhadap perubahan sosial yang menyertai perkembangan industri pada anak ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Setidaknya, hingga akhir abad ke-18, konsep adoloscence belum digunakan untuk menunjukkan suatu periode tertentu dari kehidupan manusia. Baru sejak abad ke-19 muncul konsep adolescence sebagai suatu periode kehidupan tertentu yang berbeda dari masa anak-anak dan masa dewasa. Jadi setiap negara masing-masing memiliki standar usia untuk pengkategorian remaja. Di Indonesia misalnya, masa remaja sejak usia 12 hingga 21 tahun, sedangkan di Amerika sejak usia 11 hingga 18 tahun.
Lanjut untuk pertanyaan kedua: Sekitar tahun 1980-an, anak perempuan misalnya baru mengalami mens pertamanya di usia 13 tahun. Namun, kalau kita melihat sekarang ini, sepertinya semakin lama batas usia pubertas anak-anak semakin muda. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya: Paparan bahan-bahan kimiawi. Menurut Dr Mark Palmert, Kepala Divisi Endokrinologi dari The Hospital for Sick Children, Toronto, paparan bahan kimiawi yang berasal dari lingkungan, makanan, hingga kosmetik, dapat berpengaruh terhadap munculnya pubertas dini. Riset yang dilakukan memperlihatkan bahwa bahan-bahan kimiawi ini masuk ke dalam tubuh melalui aliran estrogen.
Selain itu, stimulasi seksual dari media, stimulasi seksual yang diperoleh oleh anak-anak melalui media seperti majalah, film, televisi, hingga klip video musik, dapat berpengaruh pada munculnya pubertas dini, paparan media tanpa filter seperti ini dapat memicu adanya rangsangan seksual yang bersinambungan, yang kemudian mendorong tubuh anak-anak untuk memberikan respons sebagai timbal baliknya. Selanjutnya, tren obesitas yang makin marak, salah satu dampak dari berat badan berlebihan pada anak perempuan adalah munculnya pubertas sebelum waktunya. Hormon yang dilepaskan dari sel lemak yang terdapat dalam jumlah berlebihan di tubuh memainkan peran dalam memicu proses pendewasaan. Kemudian, kecukupan gizi, nutrisi dan kesehatan, anak-anak sekarang mendapat nutrisi yang lebih baik daripada anak sesusianya pada beberapa dekade sebelumnya. Jadi itu sebabnya, anak-anak pada masa sekarang dapat mengalami pubertas lebiih awal.
Adapun untuk pertanyaan terakhir: Anda pernah dengar istilah hipogonadisme? Hipogonadisme dijumpai jika didapatkan konsentrasi hormon testosteron yang rendah atau kerja hormon testosteron yang tidak kuat. Wajah pria yang babyface atau awet muda disinyalir salah satu cirinya. Masyarakat terutama kaum pria disarankan untuk mewaspadai hipogonadisme, yaitu keadaan di mana terjadi penurunan kadar hormon laki-laki atau testosteron karena dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi, massa lemak tubuh, menurunnya libido, massa dan kekuatan otot, serta terjadinya osteoporosis. Apabila anak sudah 15 hingga 17 tahun, tapi secara fisik belum terlihat kumis atau rambut halus di daerah lain, seperti di ketiak atau di sekitar alat kelamin, penis tidak berkembang, tidak mengalami perubahan suara, tidak ada jerawat pada wajah, atau tidak ada tanda-tanda pertumbuhan dan perkembangan seksual lainnya, maka perlu diwaspadai terjadinya hipogonadisme. Orang menyebutnya anak ini babyface, usianya sudah remaja tetapi masih seperti anak-anak. Orang tua sangat berperan untuk melakukan deteksi dini hipogonadisme pada anak, di antaranya dengan cara mewaspadai adanya kelainan yang mungkin terjadi selama masa tumbuh kembang mereka dan segera berkonsultasi jika terdapat kecurigaan.
Pertanyaan demi pertanyaan dijawab tuntas oleh kelompok yang bertugas sebagai pembawa materi, yakni : Andi Hasri Rahayu, Andrea Qonitatillah, Fahmi Alauddin, Khusnul Khafidzah dan Riza Ferbrianti AK.
Sebuah pesan untuk para remaja/kaum muda: Use your youth so taht you may have comfort to remember it when it has forsaken you, and not sigh and grieve at the acoount thereof. – Sir Walter Raleigh. (Gunakan masa mudamu sehingga kamu mungkin merasa nyaman untuk mengingatnya ketika itu telah meninggalkanmu, dan tidak mendesah dan berduka karenanya). Pada akhirnya, diskusi hangat tersebut ditutup dengan tepuk tangan dari audiens sebagi bentuk apresiasi terhadap kelompok 5 atas kesuksesannya membawakan materi.

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.